Standard Post

Sapa Nurul Akmal, Gus Muhaimin: Prajurit Aceh yang Luar Biasa


PKB News - Baru-baru ini para atlet Indonesia telah mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020. Tak hanya dalam bidang olahraga bulutangkis yang menorehkan prestasi medali emas bagi Indonesia, tetapi cabang olahraga (cabor) angkat besi juga turut mengharumkan nama Indonesia.

Nama Nurul Akmal belakangan hangat menjadi perbincangan hangat usai turut mengharumkan Indonesia melalui cabor angkat besi di Olimpiade Tokyo 2020 yang lalu. Amel, sapaan akrabnya, berhasil mencetak sejarah sebagai atlet asal Aceh pertama yang berlaga di Olimpiade setelah 30 tahun silam.

Ia pun sukses menempati peringkat kelima di kelas +87 kg, kelas yang untuk pertama kalinya diikuti lifter Indonesia di cabang olahraga angkat besi, dengan total angkatan 256 kg.

Raihan Amel dalam ajang Olimpiade Tokyo merupakan salah satu prestasi dari sekian banyak prestasi yang telah ia peroleh sepanjang kariernya menjadi seorang atlet angkat besi. Dia juga membuat masyarakat Indonesi bangga, termasuk Ketua Umum Partai Kebangkitam Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar.

“Amel ini prajurit Aceh yang luar biasa, akhirnya membawa harum Merah Putih di berbagai ajang angkat besi dunia,” kata Gus Muhaimin saat menyambangi Amel dan ditayangkan di channel Youtube Gus Muhaimin, Kamis, 26 Agustus 2021.

Dalam video berdurasi 15:41 detik itu, Gus Muhaimin nampak berbincang santai dengan Amel seputar lika liku perjalanannya sejak sebelum menjadi Atlet hingga tergabung dalam Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) dengan torehan banyak prestasi.

Menurut Gus Muhaimin, Amel merupakan sosok yang sukses mengharumkan cabor angkat besi yang selama ini tidak dilirik dan dilihat banyak orang di Indonesia. Tapi berkat Amel, masyarakat justru banyak yang penasaran dengan cabor yang identik dengan kekuatan otot tersebut.

“Kamu telah berhasil mengharumkan angkat besi yang selama ini tidak dilirik dan dilihat banyak orang. Tapi setelah kamu yang muncul semua ingin tahu, termasuk saya,” tutur Gus Muhaimin.

Di depan Gus Muhaimin, Amel mengisahkan perjalanannya sebelum hingga sukses menempati peringkat kelima di Olimpiade Tokyo 2020. Jauh sebelum Olimpiade tersebut, Amel terlebih dahulu mengukuti pemilihan atlet angkat besi untuk event Asean Games yang digelar PABSI 2018.

“Awalnya tuh Amel gabung Pelatnas PABSI tahun 2018 untuk seleksi Asean Games. Dan langsung mengikuti kejuaraan yang diselenggarakan IWF untuk point dan Federasi Olimpic 2020,” tutur Amel.

Amel juga sukses mencatatkan sejarah baru di dunia angkat besi Indonesia sebagai lifter pertama yang mampu lolos ke Olimpade di kelas berat. “Baru kali ini Indonesia bisa masuk di Olimpic kategori kelas berat. Alhamdulillah bisa menempati nomor lima,” tutur Amel.

Meski belum meraih medali, namun Amel mengaku bangga dengan raihan prestisius itu karena event yang diikuti juga sangat prestisius. Seluruh atlet mengelu-elukan bisa tampil di ajang Olimpiade, termasuk Amel. “Walaupun belum medali, tetapi bisa di posisi itu (lima) sudah luar biasa,” ungkap Amel.

Di akhir segmen Wakil Ketua DPR RI itu menyatakan, prestasi di dunia olahraga adalah jalan mengibarkan dan mengharumkan Merah Putih di kancah dunia. Karena itu dia menaruh bangga kepada Amel serta seluruh atlet Indonesi lainnya yang sudah berupaya keras mewujudkan prestasi itu.

“Apapun yang bisa membawa nama harum Indonesia, kita harus support bareng-bareng, kita harus dukung, kita harus berikan bantuan dan motivasi, termasuk bagi atlet angkat besi. Dan semua tidak mudah, tetapi harus bekerja keras,” tukas Gus Muhaimin.