Standard Post

Ada yang Tak Ingin PKB Menang di Pemilu 2024


JAKARTA, PKBNews - NARASI menghancurkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus di bangun oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Terutama melalui media sosial (medsos). Mereka membangun narasi agar partai yang dinahkodai Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI kandas di Pemilu 2024. Namun, hal tersebut tidak membuat kader PKB gentar, melainkan terus bersatu menghidupkan mesin partai, dan terus melangkah maju.

"Narasi jelek yang mereka bangun semakin membuat kami bersatu, hidupkan mesin partai dan terus melangkah maju, rebut kemenangan," kata Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Alor terpilih,

Buche Brikmar, Selasa (4/5/2021).

Menurut Buche, beberapa hari belakang ia disibukan dengan menanggapi sejumlah postingan berisi narasi yang bersifat profokatif di medsos.

"Secara organisasi sebenarnya kami tidak terganggu sedikit pun dari postingan serta komentar - komentar tersebut, namun penting bagi kami untuk menjelaskan kepada publik agar tidak menimbulkan komentar miring terhadap PKB di hari ini," katanya.

 

Yang perlu diluruskan terkait persepsi publik, pertama, PKB didirikan oleh KH Abdurrahman Wahdi atau Gus Dur dan para ulama serta tokoh lintas umat sebagai rumah besar keberagaman. Sehingga

"Jangan pandang PKB sebagai partai keluarga. PKB merupakan partai dengan sistem organisasi kepengurusan yang sangat baik," tuturnya.

Yang kedua, kata Buche, mereka yang sedang nyinyir dalam bebagai narasi profokatif adalah mereka yang sebelumnya memimpin, namun tidak ada perkembangan serta kemajuan PKB di setiap tingkatan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Di tangan Gus AMI, PKB tumbuh dan maju," katanya.

Ketiga, tutur Buche, di bawah kepemimpinan Gus AMI, PKB meningkat cukup signifikan se-nasional, terutama di wilayah mayoritas non muslim seperti NTT, Papua dan lainnya.

"Gus AMI telah terbukti diterima karena beliau mampu menjembatani nilai-nilai plural atau kebhinekaan yang diwariskan NU, Gus Dur serta para ulama dan tokoh lintas umat, benar-benar dijalankan dengan baik," katanya.

Menurut Buche, Gus AMI mampu merangkul semua pihak tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras dan golongan sehingga bagi kami, itulah hakekat serta tujuan utama PKB dihadirkan oleh para sesepuh diatas.

"Ketika ada yang nyinyir dengan narasi yang bersifat profokatif, bagi kami tidak akan mempengaruhi eksistensi kami keluarga besar PKB di hari ini dan ke depannya, sebab kami telah satukan tekad serta optimis mengusung Gus AMI capres 2024.
," tuturnya.

Dia menambahkan, "Kira-kira begitulah yang saya sampaikan untuk diketahui dan dipahami bersama.

PKB adalah `Rumah Besar Kemajemukan`, bersatu demi keluhuran serta kebesaran para pendiri yang telah menyediakan rumah ini. Kita semua hanya melanjutkan dengan spirit persatuan agar rumah kita tetap kokoh demi kemaslahatan rakyat, bangsa dan negara yang kita cintai. Salam Pluralitas Kebangsaan," tuturnya.