Standard Post

Maraknya Pasangan Calon Tunggal Dinilai Membuat Demokrasi Tak Menarik


JAKARTA, PKBNews - MARAKNYA pasangan calon tunggal dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 membuat kompetisi menjadi kurang menarik. Pasalnya, terdapat 25 pasangan calon tunggal yang akan melawan kotak kosong.

"Secara demokrasi, kenyataan tersebut menjadi tidak menarik," ujar Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bidang SDA dan SDE, Daniel Johan, Rabu (16/9/2020).

Menurut Daniel, maraknya pasangan calon tunggal membuat masyarakat tak memiliki pilihan beragam. Masyarakat hanya bisa memilih calon tunggal itu atau menjadi golongan putih (golput).

"Masyarakat jadi tidak punya pilihan selain calon tunggal dan golput, ke depan mungkin perlu dipikirkan jalan keluarnya," tutur dia.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengatakan, fenomena ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Satu di antaranya karena calon tunggal yang berkontestasi di suatu wilayah dianggap terlalu kuat.

"Mungkin karena calon tunggalnya dianggap terlalu kuat," tandas Daniel.