Standard Post

Pemprov DKI Diminta Perhatikan Nasib Kelas Menengah Bawah


JAKARTA, PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) minta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memikirkan nasib kelas menengah yang pekerjaannya terdampak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total.

"Rakyat kita bisa semakin bonyok. Kalau memang itu pilihan terbaik untuk saat ini. Pemerintah memang tidak mememiliki banyak pilihan sebagai wujud menjaga keselamatan warganya," Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Bidang SDE dan SDA, Daniel Johan.

Menurut Daniel, pengetatan memang perlu dilakukan, mengingat angka kasus Corona yang semakin tinggi. Hanya, ia meminta pemerintah juga memberikan perhatian serius bagi masyarakat kelas menengah yang kemudian menjadi kelompok bawah.

"Itu pilihan pahit yang harus diambil dan dilalui secara bersama-sama, yang penting adalah pemerintah wajib menyediakan dan menjamin pangan perut rakyat, termasuk kelompok menengah yang mendadak miskin karena kehilangan pekerjaan dan pendapatan, ini yang harus benar-benar diperhatikan pemerintah," tuturnya.

Daniel berkata, banyak pekerja yang kemudian akan dirumahkan akibat perusahaan tempatnya bekerja tidak sanggup membayar gaji. Tak hanya itu, Daniel juga menyebut banyak kelas menengah yang mendapatkan penghasilan dari pekerjaan freelance atau berstatus pekerja lepas.

Dengan adanya PSBB, sebagian besar freelancer ini tidak mendapatkan penghasilan karena pekerjaannya pun dihentikan sementara. Belum lagi, kata Daniel, keluarga yang mengandalkan hidupnya dari usaha.

"Mereka mendadak kehilangan pekerjaan, ada yang di-PHK, bukan tidak mau bekerja, tapi tidak boleh bekerja, banyak yang usahanya mendadak bangkrut tapi masih tersangkut kredit bank. Untuk beli makan keluarganya saja jadi kesulitan," tutur Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.