Standard Post

Gus AMI Ajak Seluruh Pihak Berjuang Bersama Meningkatkan Soliditas Kemanusiaan


JAKARTA, PKBNews - KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI mengajak semua pihak berjuang bersama dan meningkatkan solidaritas kemanusiaan sampai vaksin Covid-19 diluncurkan.

Menurutnya, pemerintah sudah bekerja keras untuk mengatasi dampak pandemi ini, terutama masalah ekonomi bagi masyarakat miskin melalui bantuan sembako, bantuan langsung tunai (BLT), dan program-program lainnya dari berbagai kementerian.

"Para dermawan di luar koordinasi pemerintah, termasuk partai politik pun ikut menjadi bagian penyelamat perut warga di tengah segala keterbatasan. Inilah wajah Indonesia yang selalu bergotong royong dalam menghadapi masalah apa pun itu," tuturnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu berkata,  seluruh elemen masyarakat tak mengendorkan semangat solidaritas kemanusiaan di tengah pandemi Covid-19.

"Ini yang harus terus diperkuat, karena pondasi kemanusiaan di atas segala-galanya, tanpa memandang ras, agama, suku, dan segala perbedaan. Di tengah wabah Covid-19 yang saat ini masih terus meningkat, kita juga harus memikirkan dampak nyata yang dihadapi warga khususnya mereka yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan dan pendapatan sehingga untuk memenuhi pangan keluarga sehari-hari saja menjadi sulit," tuturnya.

Karena itu, Gus AMI mendukung penuh dibentuknya aplikasi `Kupon Makan` guna memperkuat solidaritas dan gotong royong di antara sesama warga Indonesia. Kupon Makan adalah platform online yang menyalurkan donasi berupa kupon digital yang dapat ditukar dengan makanan atau sembako di warung terdekat.

"Aplikasi ini akan mempermudah para dermawan untuk membantu sesamanya yang sedang kesusahan dengan aman dan mudah, cukup dari genggaman smartphone-nya di rumah masing-masing, dan dapat ditujukan ke siapa pun, baik yang mereka kenal langsung maupun tidak, by name by addres by number phone, secara tepat dan akurat, tanpa biaya alias gratis, dan terjamin transparan, aman, dan terpercaya," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengaku, ide aplikasi `Kupon Makan` ini muncul saat pandemi Covid-19 muncul di bulan Maret 2020 lalu.

"Pada dasarnya kita ingin berusaha membantu memenuhi makan sehari-hari masyarakat yang terdampak Covid-19. Kita juga ingin para pedagang pun dalam pendapatannya bisa meningkat," ungkap Daniel saat peluncuran `Kupon Makan`.

Daniel yang juga Co-Founder aplikasi `Kupon Makan` itu, saat Pemerintah fokus membantu masyarakat miskin yang terdampak melalui berbagai macam program dan bantuan sosial. Sisi lain, tak sedikit masyarakat ekonomi menengah yang juga kehilangan mata pencahariannya akibat pandemi, justru luput dari perhatian.

"Nah, yang kita khawatirkan bukan untuk memenuhi kebutuhan macam-macam, tetapi untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya saja mungkin sulit karena kehilangan pendapatannya sehari-hari," tuturnya.

Daniel menambahkan, platform digital ini diwujudkan untuk menjembatani para donatur dengan mitra kepada masyarakat yang terdampak sebagai penerima kupon, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung. Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bisa bergerak dan ekonomi diharapkan dapat kembali berjalan.

"Aplikasi ini juga membantu para donatur yang sebelumnya kesulitan untuk membantu, sekarang mereka bisa membantu dari rumah, aman. Gus Ami sendiri telah menjadi salah satu donatur di aplikasi `Kupon Makan’," tuturnya.

Kata Daniel, Gus AMI menyumbang 1.000 lebih kupon makan untuk masyarakat menengah ke bawah yang paling terkena dampak Covid-19. Para donatur pun, kata Daniel, dipermudah jika ingin menyalurkan bantuannya agar secara langsung dapat dirasakan masyarakat.

"Sekarang ini, banyak donatur yang ingin membantu, kami sedang berusaha mewujudkannya untuk memudahkannya. Kita juga ingin terus membantu sektor riil untuk terus berjalan, warteg jalan, mitra warung jalan, yang jual sembako di warung bisa sebagai penyalur bantuan kepada warga. Dan, kita harap Covid-19 cepat berlalu," tuturnya.