Standard Post

Gus AMI Ajak BUMN dan Ormas Atasi Persoalan Dunia Pendidikan


JAKARTA, PKBNews - WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sejumlah organisasi kemasyarakatan untuk turut tangan mengatasi persoalan di dunia pendidikan.

"Indonesia sedang mengalami darurat pendidikan nasional. Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ, red) saat pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir sangat mengganggu sekaligus menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia," tutur Gus AMI saat menghadiri Kick Off Gerakan Bangkit Belajar di Jakarta, Rabu (12/8/ 2020).

Menurut Gus AMI, perlu terobosan-terobosan baru untuk mengatasi darurat pendidikan di Indonesia. Dalam melakukan karena ada tiga poin penting yang sangat dibutuhkan peserta didik saat ini, Pertama, sarana dan prasarana wifi yang memadai. Menurut Gus AMI, Pemerintah sudah banyak memberi dan berbuat.

"Tetapi ternyata kebutuhan terlampau besar di dunia pendidikan. Karena itu butuh bantuan semua kalangan. Mari kita jadikan Gerakan Bangkit Belajar mengajak orang-orang kaya untuk terlibat. Jakarta wifi berlimpah, mari kita sodaqohkan untuk daerah-daerah," tutur Gus AMI.

Kedua, konten yang membuat kesulitan PJJ. Dalam hal ini Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan setiap peserta didik memerlukan relawan guru untuk bisa menjadi pendamping.

"Alhamdulillah ada 5000 relawan dari mahasiswa yang mendapatkan Bidik Misi, ini akan bergerak (bersama dalam Gerakan Bangkit Belajar)," katanya.

Ketiga, Gus AMI berharap sekolah yang berada di daerah zona kuning Covid-19 segera dibuka dengan syarat protokol kesehatan yang ketat. Sehingga tidak lost generation karena pendidikan itu penting.

"Lima bulan yang kita lalui ini telah membuat anak-anak kita libur total tanpa program. Sekolah terbatas untuk beriteraksi, karena itu darurat pendidikan harus segera kita atasi," tandasnya.

Dia menambahkan, "Mari kita massifkan sebagai upaya kita mengatasi secara cepat (darurat pendidikan Indonesia). Semoga Gerakan Bangkit Belajar ini dapat membantu kita semua untuk mengatasi kekurangan kita di dunia pendidikan."

Kick off Gerakan Bangkit Belajar ini dihadiri oleh Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, Waketum PGRI, Prof. Supardi, Sekjen FSGI, Heru Purnomo, Ketua KPAI, Susanto, Sekretaris LP Ma’arif NU, Harianto Oghie, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, perwakilan Ruang Guru dan Tanoto Foundation.

Selain itu, sejumlah relawan Gerakan Bangkit Belajar dari sejumlah daerah juga turut serta mengikutinya, di antaranya dari Sulawesi Tenggara, NTB, Jateng, Kaltara, dan NTT.