Standard Post

Gus AMI Terus Suarakan Nasib UMKM


JAKARTA, PKBNews - PERLAMBATAN ekonomi pada triwulan II membuat Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI was-was. Ia pun meminta pemerintah memperhatikan nasib pelaku UMKM. Pasalnya, UMKM terbukti menjadi solusi ketenagakerjaan.

"Jangan lupa, selama ini UMKM telah menjadi katub pelapung masalah ketenaga kerjaan. Di saat ekspor terbatas, maka tumpuan utama adalah usaha di dalam negeri dan itu adalah sektor UMKM," kata Gus AMI, Rabu (12/8/2020).

Menurut Gus AMI, jika pemerintah kurang berhati-hati dan kurang mengambil langkah tepat serta strategis dalam melakukan pemulihan ekonomi, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan masuk resesi.

"Tantangan yang harus kita lakukan adalah segera melakukan terobosan-terobosan dalam mengerakkan ekonomi sehingga kita semua mampu membalikkan pelambatan menjadi pertumbuhan," ucapnya.

Gus AMI berkata,
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat bahwa konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penyangga dan penggerak pertumbuhan ekonomi telah terkontraksi atau mengalami pelambatan 6,51 persen.

Sisi lainnya, ungkap Gus AMI, tabungan masyarakat di perbankan nasional justru meningkat, dimana kelas menengah yang jumlahnya sekitar 115 juta merasakan ketidakpastian, mereka menyimpan uang mereka di bank.

"Ini jelas sesuatu yang paradoks.

 Salah satu langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk menggerakkan perekonomian nasional adalah melalui penciptaan lapangan kerja. Di sinilah saya kira pemerintah harus benar-benar memperhatikan nasib UMKM di masa pandemi ini," tegasnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bidang Kesejahteraan Rakyat itu menuturkan, UMKM di Indonesia saat ini jumlahnya mencapai 64 juta. Ini adalah sektor yang paling terdampak saat pandemic Covid-19 ini.

"UMKM telah mendonorkan tenaga kerja yang tidak sedikit sehingga ia mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga yang merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi," kata Gus AMI.

Saat pandemi, ungkap Gus AMI, seluruh sektor ekomi bergerak lambat, maka hanya ada satu cara yang bisa dilakukan yakni fokus pada pengembangan sektor yang mampu memberi efek pada orang banyak dan menciptakan lapangan kerja.

"Maka kehadiran negara untuk betul-betul memperhatikan sektor UMKM melalui stimulus-stimulus serta kebijakan yang berpihak pada mereka menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar," ujarnya.



Lebih lanjut Gus AMI menuturkan, pilihan terhadap strategi pengembangan UMKM sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang berkualitas menjadi keniscayaan.

"Dalam sejarah UMKM lah sebagai sektor yang mampu bertahan di saat krisis. UMKM terbukti mampu menangkal dampak buruk krisis global. Selama ini UMKM menjadi tumpuan sebagian besar tenaga kerja di Indoensia," ucapnya.