Standard Post

Tak Ada Hubungan Kritik dengan Bintang Jasa


JAKARTA, PKBNews - WAKIL Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid atau Gus Jazil meyakini kritik yang dilontarkan  mantan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah tak akan pudar kendati menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tidak ada hubungan kritik dengan pemberian bintang jasa. Pak Fahri, Pak Fadli silakan saja melakukan kritik asal kritiknya membangun," kata Gus Jazil.

Menurut Gus Jazil, sangat aneh kalau ada pihak yang tak terima dengan kritik Fadli dan Fahri. Padahal, kritik diperlukan dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

"Yang sedikit dimakruhkan itu kan kuping tipis. Ya kuping tipis juga tidak dilarang, tapi makruh hukumnya itu, kalau sering sering bisa merusak kesehatan," ujarnya.

Gus Jazil menegaskan, PKB menghormati keputusan Jokowi memberi penghargaan kepada Fadli dan Fahri. Apalagi, keduanya diketahui merupakan sosok senior di parlemen.

"Itu merupakan haknya presiden, karena mungkin Pak Fahri, Pak Fadli pernah menjadi pimpinan lembaga tinggi negara. Menurut saya wajar saja kalau memang itu kualifikasinya sesuai," tuturnya.

Bintang Mahaputera sendiri merupakan tanda kehormatan tertinggi setelah Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia. Adapun Bintang Mahaputera Nararya merupakan penghargaan tingkat kelima dari Bintang Mahaputera.

Sesuai Pasal 28 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, ada tiga syarat khusus untuk mendapatkan Bintang Mahaputera. Pertama, Berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.

Kedua, pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang besar manfaatnya bagi bangsa dan negara. Terakhir, Darmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.