Standard Post

PKB Bersyukur Anggaran Pesantren Masuk Pembahasan Pendahuluan RAPBN


JAKARTA, PKBNews - FRAKSI Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersyukur karena beberapa poin yang disuarakan telah masuk Penyusunan Laporan dalam Rangka Pembicaraan Pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2021 dan Rencana Kerja Pemerintah Pusat Tahun 2021.

"Beberapa poin yang sudah disuarakan PKB telah masuk dalam laporan penyusunan Panitia Kerja Banggar DPR RI. Salah satu poin yang diusulkan PKB adalah anggaran pesantren masuk prioritas Belanja Pemerintah Pusat," terang Anggota Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran (Banggar) DPR RI FPKB, Siti Mukaromah, Senin (13/7/2020).

Menurut Ketua Umum (Ketum) DPP Perempuan Bangsa itu, kontribusi pesantren sebagai lembaga pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa telah terbukti nyata. Pesantren bahkan tumbuh ditengah-tengah masyarakat jauh sebelum negara ini ada. Dia menambahkan, kontribusi pesantren khususnya dalam bidang pendidikan nasional sudah sepatutnya diapresiasi agar terus lestari.

"Negara harus merekognisi pesantren dengan mendukung, membangun dan memperkuat pesantren. Dengan kebijakan dan pengalokasian anggaran yang layak dan semestinya," kata Erma.

Kata Erma, alokasi anggaran untuk pesantren, dapat dipergunakan untuk membangun dan memperbaik fasilitas asrama, fasilitas belajar, termasuk perpustakaan yang memadai.

"Dengan perhatian yang cukup dari pemerintah, peran pesantren dalam bidang pendidikan akan lebih progresif di masa yang akan datang," tuturnya.

Poin prioritas anggaran untuk pesantren ini muncul dalam dokumen Laporan Panitia Kerja Kebijakan Belanja Pemerintah Pusat tahun 2021. Dalam pembahasan Bidang Pendidikan di laporan tersebut terdapat klausul yang berbunyi: "Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran untuk membangun fasilitas ICT, meningkatkan kualitas guru, serta sarana dan prasarana di lembaga pendidikan berbasis keagamaan (pesantren, dan pendidikan keagamaan lainnya)".

Dia menilai prioritas anggaran ini tentu menggembirakan bagi dunia pesantren. Apalagi dimasa pandemi ini pesantren menghadapi tantangan yang lebih berat dari sekolah umum. Tradisi kebersamaan di pesantren yang mulai dari urusan makan, tidur, bahkan mandi perlu direorientasi.

"Khususnya dengan menyesuaikan diri pada keadaan, melakukan perubahan-perubahan mendasar agar dapat memenuhi protokol kesehatan. Dan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit," kata Erma.

Selain mengenai anggaran untuk pesantren, PKB juga memasukkan catatan terhadap asumsi makro dan target pembangunan tahun 2021 yang disusun pemerintah.

Catatan tersebut antara lain patokan angka pertumbuhan ekonomi 4,5 persen - 5,5 persen dengan catatan pemerintah dapat menjaga konsumsi rumah tangga, meningkatkan aktivitas investasi dan sisi produksi terutama penguatan manufaktur, perdagangan dan jasa.