Standard Post

Semua Elemen Harus Terlibat Aktif Saat Penerapan New Normal di Trenggalek


TRENGGALEK, PKBNews - WAKIL Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Trenggalek, M Hadi meminta seluruh elemen harus terlibat aktif saat penerapan new normal.  

"Secara prinsi Fraksi PKB mendukung pemberlakuan new normal, akan tetapi segala sesuatunya harus sudah dipersiapkan secara matang. Semua orang harus terlibat aktif, saling mengingatkan saat penerapan new normal," katanya, Rabu (10/6/2020).

Menurut M Hadi, beberapa tahapan pelaksanaan new normal sudah dijalankan, baik terkait regulasi maupun sarana- prasarana pendukungnya. Namun tetap harus memperhatikan segala aspek maupun dampak ikutan yang memungkinkan bisa terjadi di tengah masyarakat.

"Ketika nanti sudah di laksanakan memang benar-benar normal sebagai tatanan kehidupan baru walaupun tetap dengan batasan tertentu. Di semua pusat layanan ataupun aktivitas publik wajib ditata disesuaikan dengan protokol kesehatan," ujarnya.

M Hadi mencontohkan, pasar dan sekolah harus diperhatikan dengan baik, sebelum masyarakat ataupun para siswa masuk untuk beraktivitas maka harus dipersiapkan dulu fasilitas pendukung kesehatan. Seperti, tempat cuci tangan tersedia di depan akses masuk serta lapak ataupun kelas masing masing.

"Selain itu juga masker, Pemerintah Kabupaten Trenggalek  wajib menyediakan itu semua," ucapnya.

M Hadi tidak lupa mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek untuk memperhatikan pondok pesantren. Karena disitu merupakan tempat belajar dan mengajar bahkan para santri sebagian waktunya lebih banyak di pondok pesantren.

"Trenggalek kan banyak pondok, pemkab tidak boleh lupakan itu. Kebanyakan para santri, aktivitasnya di lingkungan pondok terus. Belajarnya, makan dan tidurnya juga disitu jadi harus difasilitasi," tuturnya.

Pria asal Kecamatan Kunjungan itu meminta kepada pemkab mempersiapkan terlebih dahulu masa transisi menghadapi new normal, agar pelaksanaan new normal kedepannya sesuai dengan harapan masyarakat.

"Satu hal yang dinilai perlu dievaluasi adalah keberadaan ‘check point’, ketika dianggap sudah tidak efektif semestinya di tiadakan saja. Sebab, saat ini di level bawah (RT dan RW) setiap ada pendatang dari luar daerah, sudah segera di deteksi untuk di data kemudian dikarantina. Kalau saya, lebih baik dibuka kembali, sehingga gairah ekonomi kembali menggeliat lagi. Selain itu, biayanya sangat besar. Lebih baik, untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat saja. Yang penting Gugus Tugas Covid 19 di desa tetap di maksimalkan serta upaya meningkatkan kesadaran masing-masing akan fungsi menjaga pola hidup sehat maupun protokol kesehatan," kata dia.

TERKAIT

    -