Standard Post

Warga Terdampak Covid 19 di Kabupaten Blitar Dapat Bantuan Gus AMI


KABUPATEN BLITAR, PKBNews - RIBUAN paket sembako dan masker kiriman Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) ke Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Blitar melalui program PKB Peduli langsung disalurkan kepada masyarakat kurang mampu dan terdampak Covid 19.

"Bantuan sembako ini murni dari Ketua Umum DPP PKB, Gus AMI. Di samping itu, Gus AMI juga membagikan ribuan masker dan cairan disinfektan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona," ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar, Abdul Munib didamping sekretaris, bendahara dan sejumlah pengurus harian serta Anggota Fraksi PKB Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar.

Selain pemerian Gus AMI, kata Abdul Munib, paket sembako juga datang dari  Anggota DPR RI Dapil IV Anggia Erma Rini, DPW PKB Jatim dan FKB DPRD Kabupaten Blitar.

"Paket sembako meliputi beras, gula merah, krupuk udang, mie instan dan minyak goreng. Paket diberikan utamanya kepada guru ngaji yang juga sangat terdampak Covid 19 dan belum ada memperhatikan," katanya.

Abdul Munib dalam menentukan sasaran bantuan, PKB berkoordinasi dengan kader setempat, karena merekalah yang sangat memahami dan mengetahui kondisi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Ia berharap dengan adanya PKB Peduli ini, masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat terbantu. Walaupun nilai bantuan ini tidak sebanding dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat disaat kondisi wabah Covid 19.

"Semoga bantuan ini menjadi berkah dan wabah Covid 19 segera hilang. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua PKB, Gus Muhaimin yang telah peduli untuk membantu masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD yang juga Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Blitar, Idris Marbawi saat pembagian sembako menjelaskan, program PKB peduli menyentuh masyarakat kurang mampu.

Aksi PKB Peduli ini akan terus dilakasanakan meski secara bertahap, karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dan perlu diakomodir.

"Insya Allah ke depan kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan desa untuk mengumpulkan data warga yang belum mendapatkan," ucapnya.