Standard Post

DPC PKB Cilacap Merupakan Aset, Tidak Boleh Tertinggal


PKBNews - DEWAN Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cilacap merupakan aset, sebagai aset yang luar biasa harus selalu menjadi barisan terdepan dan tidak boleh tertinggal. Demikian ditegaskan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Siti Mukkarromah.

"Sebagai aset yang luar biasa harus selalu menjadi barisan terdepan dan tidak boleh tertinggal," ujar Erma sapaan akrab Siti Mukarromah saat menghadiri Refleksi Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama (NU) di Rumah Makan Pelataran Cilacap dengan tema ‘PKB Melayani Desa’, kemarin.

Erma berharap seluruh komponen, kader dan siapa pun harus menyatukan visi, menyatukan gerakan secara kompak dan tidak tercerai berai.

"Warga Cilacap mayoritas adalah NU. Sudah saatnya kekuatan NU bersatu padu menjadi kekuatan PKB," katanya.

Ketua Umum (Ketum) Perempuan Bangsa (PB) itu menegaskan, peta politik Cilacap hari ini terbagi atas empat kekuatan. Ia menambahkan, sudah menjadi keharusan untuk bersama-sama kompak, tempat kader NU ya PKB.

"Kapasitas seluruh kader harus dioptimalkan, baik di legeslatif, eksekutif, maupun pengurus. Bahkan seluruh anggota PKB harus menjadi satu kesatuan," tutur Erma.

Erma berkata, pengkaderan politik menjadi pintu awal merekatkan hubungan satu kader dengan kader lainnya. Sehingga ketika sudah menjadi bagian dari keluarga besar PKB harus saling melengkapi.

"Semua termasuk posisi dan porsi Perempuan Bangsa tidak boleh ketinggalan dan tidak boleh mengandalkan quota/afirmasi. Karena perempuan juga punya kewajiban untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. Sehingga quota tersebut bisa diimbangkan dan layak berkompetisi," tuturnya.