Standard Post

Gus Muhaimin: Terobosan Presiden Jokowi Terkait BLK Komunitas Patut Diapresiasi


PKBNews - WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin mengaku bersyukur atas terobosan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pembangunan Balai Lapangan Kerja (BLK) Komunitas sebagai upaya nyata mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi di pedesaan serta pesantren.

"BLK Komunitas adalah terobosan serta inovasi yang dilakukan pemerintah untuk mendongkrak kualitas SDM di bawah Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas," katanya saat menghadiri Rembuk Nasional Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di Pondok Pesantren Al Fadlu 2 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah (Jateng), kemarin.

Gus Muhaimin menegaskan, masyarakat harus bersyukur dengan terobosan pemerintah di bawah komando Presiden Jokowi. Dimana, pemerintah berani membuat BLK Komunitas dalam jumlah besar dengan waktu yang sangat singkat.

"Inilah kebijakan yang ditunggu-tunggu masyarakat. Mereka sangat senang karena pemerintah membuktikan diri sangat peduli dengan rakyatnya," kata Panglima Santri Nusantara itu.

Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berkata, kehadiran BLK Komunitas sebagai langkah yang ditunggu-tunggu di tengah perubahan yang begitu cepat, tantangan yang begitu dramatis dan perubahan teknologi yang massif.

"Menghadapi perubahan tidak perlu panik, cukup dengan cara kerja yang cepat dan massif pula," tuturnya.

Inisiator Nusantara Mengaji menegaskan, keputusan Jokowi membentuk BLK Komunitas sebanyak mungkin di Indonesia tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat desa dan kaum santri.

"Pak Jokowi telah mengawali langkah-langkah itu dengan tepat dengan memberikan anggaran khusus untuk BLK Komunitas. Wabilkhusus di pedesaan-pedesaan dan di pesantren-pesantren. Berarti Pak Jokowi tahu persis di mana titik titik yang harus dipercepat perkembangannya," kata Gus Muhaimin.

Dia menambahkan, "Sehingga ketika kita tahu titik titik yang perlu dipercepat maka kita harus mendorong dan mengoptimalkannya dengan baik, terutama di bidang keterampilan, skiil, produksi, teknologi dan seluruh tantangan yang ada."